faridahf08's blog

mencari dan memberi yang terbaik

FD part II, Family stock and Status,,,

June19

Family Stock and Status

Satus dan Persediaan Keluarga

Bagaimana sebuah keluarga dapat diakui dlaam kelas sosial? Yaitud engan 4 cara:

a.  Pekerjaan

  • Professional dan pemilik sebuah bisnis yang besar
  • Semiprofessional dan memiliki jabatan kecil dalam bisnis yang besar
  • Juru tulis/pramuniaga dan pekerjaan sejenisnya
  • Pekerjaan keterampilan
  • Pemilik bisnin kecil
  • Pekerjaan yang semi keterampilan
  • Pekerjana yang tidak membutuhkan keterampialn

b.  Sumber daya dari pendapatan

  • Mewarisi kekayaan
  • Berpenghasilan dari warisan
  • Keuntungan dan iuran
  • Upah
  • Gaji
  • Bantuan pribadi
  • Bantuan public dan pendapatan yang tidak layak dihormati/karena kasian

c.  Tipe rumah

  • Rumah yang besar dengan kondisi yang bagus/baik
  • Rumah yang besar di kondisi rata-rata/sedang dan rumah yang sedang dengan kondisi yang baik
  • Rumah yang besar dengan kondisi yang buruk, misalnya tidak terurus, dan sedikit kosong dengan barang-barang. Contohnya pada rumah-rumah para TKW di kampong halamannya yang biasanya besar tapi tidak terlalu bagus dan lengkap
  • Rumah yang sedang di kondisi yang sedang pula
  • Rumah yang kecil dengan kondis yang bagus , dan rumah yang kecil dengan kondisi yang sedang
  • Rumah yang sedang di kondisi yang buruk, dan rumah yang kecil dengan kondisi buru
  • Semua jenis rumah pada kondisi yang buruk

d.  Area kehidupan

  • Sangat mewah
  • Area dan apartemen yang paling baik
  • Diatas rata-rata; area menetap
  • Rata-rata; tetangga yang menetap dan tidak memburuk
  • Dibawah rata-rata dan area yang sama sekali tidak dipertahannkan
  • Rendah; jauh dari penetapan, kekeluasaan yang menurun, dan sedikit kumuh
  • Sangat rendah : kumuh

Catatan :

v  Kelas sosial merupakan suatu kesatuan bukanmerupakan hal yang distrik/dipisahkan hanya memlalui sisi titik pembatas. Garis kemiskinan hanyalah merpakan laat bantu yang memudahkan target sasaran program/ukuran keberhasilan program. Kemiskinan tidak hanya dapat diklasifikasiakan menjadi miskind na tidak miskin, tapi merupakan selang yang terus menerus dinamis. Sebagai contohnya ketika seorang pegawai negri meminjam uang ke Bank untuk memperbaiki rumahnya, setelah itu ternyata ada bencana yang menyebabkan rumahnya itu hancur, dia kaan jatuh msikin, karena setelah kehilangan rumah, dia juga akan terus mendapat potongan gaji untuk emmebayar cicilanpinjamannya ke bank.

v  perbedaan Pendapatan keluarga dan pekerjaan menjadi salah satu factor

v  keleluasaan dalam pendidikan keluarga

v  sekolah yang secara langsung berkaitan dnegan kelas sosial

v  keluar dari sekolah pada saat SD dan SMP yang menunjukan perbedaan keals sosial yang tajam

v  kepercayaan, nilai, aspirasi dan pengharapan dari keluarga yang samanya mendukung atau tidak mendukung pada pendiidkan anak

v  anak bekerja pada kelas keluarga yang memungkinkan sedikit bantuan atau rumah yang tidak mendukung

v  perbedaan pernikahan dan masa pacaran menurut status keluarga

v  perniakahan dan perceraian dari status keluarga

v  ketidakseimbangan distribusi kesehatan dan kebahagiaan

v  perbedaan keluarga memnurut kelas sosialnyadilihat dari jumlah kritis yang terjadi dan apa yang mereka pertimbanhakan mengenai kritis keluarga

v  keluarga kelas menengah mengantungkan harapan atau keamannnya kepada pendidiakn dan kerja keras

v  keluarga aman dan tidak aman à keluarga kels bawah hanya memilki sedikit

v  setiap orang berharap dapat meningkatkan status sosialnnya. Sebagai orang yang berilmu, kita harus memiliki softskill dan hardskill yang memadai untuk bisa mengembangkan ilmu kita agar dapat bermanfaat untuk orang lain terutama keluarga inti dan keluarga besar

v  pergerakan sosial à bagaimana pergerakan sosial di Indonesia. Contohnya bagaimana ornag yang mempunyai warung tegal di perkotaan dengan keadaan yang biasa saja, tetapi di kampungnya dia mempunyai rumah mewah yang tidak dapat dinimati . bagiamana mereka memaknai kesejahteraan dan kebahagiaan?

posted under Academic | No Comments »

Family Development

June19

Family Develovment Part I
Disadur dari Sliden Dr. Ir. Euis Sunarti, MS
a. Why Study Family?
Ada beberapa alas an mengapa kta perlu mempelajari ilmu tentang keluarga, selian karena kami adalah mahasiswa ilmu keluarga dan konsumen, yang seharusnya bisa benar-benar yakin bahwa apa yang sedang kami jalani ini adalah ilmu yang benar. Maka harus bisa mengidentifikasi sebnayk mungkin alasan mengapa kita perlu mempelajari ilmu keluarga.
Ada 10 alasan yang beliau berikan kepada kami, yaitu :
1. Untuk bisa memperoleh gambaran umum dari keluarga yang mampu berkembang dengan pengalaman-pengalamannya
2. Untuk mengoreksi pendapat yang tidak masuk akal dan perubahan-perubahan dmi sperbaikan di masyarakat tentang lingkungan intimidasi yang menjadi pusat dari kehidupan individu dan keluarga, sehingga ada nilai acuan yang ideal dalam keluarga
3. Untuk berfokus pada aspek-aspek normal dalam kehidupan keluarga yang penuh dengan perbedaan yang tidak lajim, bentuk yang abnormal yang sering dilaporkan media massa
4. Untuk mengetest secara objektif tentang apa yang umumnya diketahui secara umum oleh orang-orang dan biasanya tidak benar
5. Untuk mengenali keluarga sebagai pusat dari masyarakat sekitar yang berhubungan dengan institusi lainnya dan kelompok-kelompok yang berputar dalam setiap masyarakat dan subkultur yang mengetahui semua tentang sejarahnya
6. Untuk mempelajari dasar dari perkembangan manusia yang terletak dari kehidupan keluarga
7. Untuk mengkaji adaptasi dalam keluarga sebagai salah satu akibat dari perubahan sosial ekonomi
8. Untuk melihat problem-problem dan kemapuan-kemampuan yang dapat diprediksi dari waktu ke waktu dalam semua perubahan dalam keluarga dan fungsi keluarga antar zaman
9. Untuk melihat basis yang dapat dipercaya dalam pengambilan keputusan yang selalu terjadi dalam kehidpan keluarga
10. Untuk mengadopsi perencanaan dan kebijakan yang berhubungan dengan kehidupan keluarga di masa depan
b. Perkembangan Keluarga Merupakan Salah Satu Cara Memahami Kehidupan Keluarga
b.1 Fungsi Keluarga Modern
• Talcott Parson mengatakan bahwa keluarga modern menunjukan dimensi kehidupan yang lebih beragam (terspsesialisasi) dibandingkan keluaga pada zaman sebelumnya, tetapi tidak mengurangi pentingnya keluarga
• Terdapat kesan atau citra terhadap kahidupan keluarga yaitu kesadaran bahwa kehidupan keluarga sebagai pusat pembinaan, perawatan dan pengasuhan bagi perkembangan manusia. Contohnya adalah iklan yang di dalamnya ada nilai masyarakat
• Keluarga merupakan perwakilan terpilih diantara beragam cara hidup sebagai agen dalam mengsosialisasikan nilai-nilai kehidupan manusia

Keluarga modern memiliki enam ciri dari fungsi keluarga modern yaitu :
1. Kasih sayang atau afeksi antara suami-istri, orang tua-anak dan antar generasi
2. Keamanan individu dan penerimaan bahwa setiap anggota keluarga sebagai individu yang unik sebagaimana potensi yang dimiliki masing-masing anggota keluarga yang harus saling dipahami
3. Kepuasan dan perasaan bermanfaat dari daya guna dalam keluarga atau orang lain
4. Keberlangsungan, kebersamaan dan asosiasi
5. Penempatan sosial dan sosalisasi
6. Kontrol dan pengertian/makna kebenaran dimana keluarga ideal yang di dalamnya ada afeksi yang terbuka, tidak ditutp-tutupi dan harus diekpresikan

b.2 Jenis Penelitian Keluarga
keluarga bisa dilihat dari banyak poin, satu dari yang lain melengkai perbedaan aspek yang ditemukan dalam kontek kehidupan keluarga
tabel 1. Ilmu perilaku dan disiplin ilmu dalam ilmu keluarga
Disiplin ilmu Ilustrsi ilmu
Antroplogi
• Antropologi budaya
• Antropologi sosial
• Etnologi • Budaya dan sub budaya keluaga dalam bentuk dan fungsinya
• Perbandingan pola keluarga antar budaya
• Perbedaan etnik, ras, dan status sosial keluarga
• Keluarga primitif, perkembangan dan masyarakat indrustri
Konseling
• Teori konseling
• Latihan keklinikan
• Evaluasi • Hubungan interpersonal yang dinamis dalam pernikahan dan keluarga
• Cara-cara dan hasil dari pernikahan individu dan konseling keluarga
Demografi
• Sensus dan statistik yang penting dari banyak segi kehidupan keluarga
• Antar daerah, longitudinal, dan survei catatan umur
• Perbedaan angka kelahiran
• Rencana keluarga dan control populasi
Ekonomi
• Perilaku konsumen, pemasaran, dan pencarian motivasi
• Asuransi, pensiun dan kesejahteraan dibutuhkan oleh keluarga
• Standar kehidupan, skala gaji, dan status sosial ekonomi
• Pendidikan
• Masa kanak-kanak yang cepat
• Percepatan SD
• Kurang penting (Secondary)
• Perguruan tinggi
• Orang tua
• Profesional • Metode pengangkatan anak
• Pola perkembangan
• Metode pendidikan dan evaluasi
• Pendidikan dalam keluarga
• Motivasi dan pembelajaran
• Persiapan untuk menikah
• Pendidikan seks
• Ekonomi keluarga
• Hubungan keluarga
• Pendidikan ekonomi keluarga
• Manajemen rumah tangga
• Nutrisi • Evaluasi dari paktik dan ukuran dari hasil pendidikan
• Kebiasaan makan dan nutrisi keluarga
• Praktik manajemen rumah
o Hubungan antara anggota keluarga
• Perkembangan manusia
• Perkembangan anak
• Perkembangan remaja
• Umur pertengahan dan tua • Perkembangan karakter
• Perkembangandan perumbuhan anak
• Perkembangan norma dan perbedaan
• Pembelajaran kognitif alami
• Perkembangan personal
• Variasi antar budaya
• Peraturan sosial untuk orang yang sudah tua
Aturan • Adopsi dan perlindungan anak
• Perhatian dan kesejahtraan anak
• Pernikahan dan peraturan keluarga
• Perceraian dan pemutusan hubungan sami istri
• Control dan perilaku sek
• Pengasuhan yang benar dan tanggung jawab
Psikoanalitik • Perilaku abnormal dan normal
• Diagnosis klinik dan terapi
• Dasar kepribadian
• Tahapan perkembangan menuju tua
• Perawatan dari sakit mental
Psikologi
– Klinis
– Perkembangan
– Sosial • Aspirasi dan konsep diri
• Dorongan, kebutuhan dan keinginan besar
• Hubungan nteraksi interpersonal yang dinamis
• Teori pembelajaran
• Kesehatan metal
• Campuran teurapetik
Kesehatan publik • Ilmu tentang wabah dan imunisasi
• Kesehatan keluarga dan persiapan obat
• Kesehatan ibu dan anak
• Penelitian keracunan pada ibu
• Pendidikan kesehatan pediatric
• Penyakin hubungan tubuh
Keagamaan • Kebijaksanaan gereja dalam pernikahan dan keluarga
• Keluarga dengan perbedaan agama
• Pernikahan antar kepercayaan
• Cinta, seks, ernikahan, perceraian dan keluarga dalam kontek keagamaan
Pekerjaan sosial
• Keluarga yang bekerja bidang sosial
• Pekerjaan berkelompok
• Kesejahteraan sosial • Penilaian kebutuhan keluarga
• Memikirkan program pembangunan pertolongan keluarga
• Ukuran fungsi keluarga
Sosiologi • Masa pacaran dan pemlihan pasangan
• Bentuk keluarga dan fungsinya
• Efek dari perubahan sosial dalam keluarga
• Krisis keluarga dan pemutusan keluarga
• Prediksi dari kesuksesan keluarga
• Pengaruh kelas sosial dalam keluarga

b.3 Pendekatan Interdidiplin dalam Penelitian Keluarga
1. Pendekatan kesejarahan dan kelembagaan : mengabungkan ilmu sejarah dengan sosiologi
2. Pendekatan struktur-fungsi : berasal dari sosiologi dan antropologi
3. Pendekatan interaksi : berkembang dari sosiologi dan psikososial
4. Pendekatan situasional : berakar dari psikologi dan sosiologi
5. Pendekatan perkembangan keluarga : merupakan interdisiplin yang paling tinggi karena mengkombinasikan konsep, cara pendang, dan metode dari bidang biologi, antropologi budaya, demograpi, psikologi, sosiologi, psikologi perkembangan, ekonomi keluarga, perkembangan manusia dan beberapa cabang pengobatan.

b.4 Penggunaan Pendekatan Perkembangan Keluarga
Perkembanan keluarga meminjam cara pandangnya dari berbagai disiplin keilmuan yaitu:
1. Perhatian terhadap adanya lompatan antar generasi dari siklus kehidupan keluarga dari disiplin ilmu sosiologi pedesaan
2. Sumbangan dari disiplin ilmu perkembangan manusia yaitu mengenai tema tugas perkembangan, periode kritis perkembangan sebagai kritis perkembangan keluarga, dan waktu yang tepat dalam sosialisasi atau stimulasi perkembangan
3. Dari disiplin ilmu sosiologi, mengambil cara pandang bagaimana pengaruh budaya yang membentuk dan dibentuk oleh keluarga
4. Dari disiplin ilmu psikologi, megambil pembahasan teori pembelajran dan proses interaksi
5. Dari disiplin ilmu ekonomi/kesejahteraan keluarga mengambil pembahasan hubungan perkembangan keluarga dan hubungan keluarga, manajemen keluarga, perumahan, dan aspek gizi
Dengan begitu dapat kita ketahui bahwa adanya penggunaan cara pandang berbagai dimensi kehidupan keluarga dari berbagai sudat pandang keilmuan menunjukan bahwa perkembangan keluarga merupakan sebuah pendekatan yang kompleks mengenai keluarga.

posted under Academic | No Comments »

Family Development

June19

Family Develovment
Disadur dari Sliden Dr. Ir. Euis Sunarti, MS
a. Why Study Family?
Ada beberapa alas an mengapa kta perlu mempelajari ilmu tentang keluarga, selian karena kami adalah mahasiswa ilmu keluarga dan konsumen, yang seharusnya bisa benar-benar yakin bahwa apa yang sedang kami jalani ini adalah ilmu yang benar. Maka harus bisa mengidentifikasi sebnayk mungkin alasan mengapa kita perlu mempelajari ilmu keluarga.
Ada 10 alasan yang beliau berikan kepada kami, yaitu :
1. Untuk bisa memperoleh gambaran umum dari keluarga yang mampu berkembang dengan pengalaman-pengalamannya
2. Untuk mengoreksi pendapat yang tidak masuk akal dan perubahan-perubahan dmi sperbaikan di masyarakat tentang lingkungan intimidasi yang menjadi pusat dari kehidupan individu dan keluarga, sehingga ada nilai acuan yang ideal dalam keluarga
3. Untuk berfokus pada aspek-aspek normal dalam kehidupan keluarga yang penuh dengan perbedaan yang tidak lajim, bentuk yang abnormal yang sering dilaporkan media massa
4. Untuk mengetest secara objektif tentang apa yang umumnya diketahui secara umum oleh orang-orang dan biasanya tidak benar
5. Untuk mengenali keluarga sebagai pusat dari masyarakat sekitar yang berhubungan dengan institusi lainnya dan kelompok-kelompok yang berputar dalam setiap masyarakat dan subkultur yang mengetahui semua tentang sejarahnya
6. Untuk mempelajari dasar dari perkembangan manusia yang terletak dari kehidupan keluarga
7. Untuk mengkaji adaptasi dalam keluarga sebagai salah satu akibat dari perubahan sosial ekonomi
8. Untuk melihat problem-problem dan kemapuan-kemampuan yang dapat diprediksi dari waktu ke waktu dalam semua perubahan dalam keluarga dan fungsi keluarga antar zaman
9. Untuk melihat basis yang dapat dipercaya dalam pengambilan keputusan yang selalu terjadi dalam kehidpan keluarga
10. Untuk mengadopsi perencanaan dan kebijakan yang berhubungan dengan kehidupan keluarga di masa depan
b. Perkembangan Keluarga Merupakan Salah Satu Cara Memahami Kehidupan Keluarga
b.1 Fungsi Keluarga Modern
• Talcott Parson mengatakan bahwa keluarga modern menunjukan dimensi kehidupan yang lebih beragam (terspsesialisasi) dibandingkan keluaga pada zaman sebelumnya, tetapi tidak mengurangi pentingnya keluarga
• Terdapat kesan atau citra terhadap kahidupan keluarga yaitu kesadaran bahwa kehidupan keluarga sebagai pusat pembinaan, perawatan dan pengasuhan bagi perkembangan manusia. Contohnya adalah iklan yang di dalamnya ada nilai masyarakat
• Keluarga merupakan perwakilan terpilih diantara beragam cara hidup sebagai agen dalam mengsosialisasikan nilai-nilai kehidupan manusia

Keluarga modern memiliki enam ciri dari fungsi keluarga modern yaitu :
1. Kasih sayang atau afeksi antara suami-istri, orang tua-anak dan antar generasi
2. Keamanan individu dan penerimaan bahwa setiap anggota keluarga sebagai individu yang unik sebagaimana potensi yang dimiliki masing-masing anggota keluarga yang harus saling dipahami
3. Kepuasan dan perasaan bermanfaat dari daya guna dalam keluarga atau orang lain
4. Keberlangsungan, kebersamaan dan asosiasi
5. Penempatan sosial dan sosalisasi
6. Kontrol dan pengertian/makna kebenaran dimana keluarga ideal yang di dalamnya ada afeksi yang terbuka, tidak ditutp-tutupi dan harus diekpresikan

b.2 Jenis Penelitian Keluarga
keluarga bisa dilihat dari banyak poin, satu dari yang lain melengkai perbedaan aspek yang ditemukan dalam kontek kehidupan keluarga
tabel 1. Ilmu perilaku dan disiplin ilmu dalam ilmu keluarga
Disiplin ilmu Ilustrsi ilmu
Antroplogi
• Antropologi budaya
• Antropologi sosial
• Etnologi • Budaya dan sub budaya keluaga dalam bentuk dan fungsinya
• Perbandingan pola keluarga antar budaya
• Perbedaan etnik, ras, dan status sosial keluarga
• Keluarga primitif, perkembangan dan masyarakat indrustri
Konseling
• Teori konseling
• Latihan keklinikan
• Evaluasi • Hubungan interpersonal yang dinamis dalam pernikahan dan keluarga
• Cara-cara dan hasil dari pernikahan individu dan konseling keluarga
Demografi
• Sensus dan statistik yang penting dari banyak segi kehidupan keluarga
• Antar daerah, longitudinal, dan survei catatan umur
• Perbedaan angka kelahiran
• Rencana keluarga dan control populasi
Ekonomi
• Perilaku konsumen, pemasaran, dan pencarian motivasi
• Asuransi, pensiun dan kesejahteraan dibutuhkan oleh keluarga
• Standar kehidupan, skala gaji, dan status sosial ekonomi
• Pendidikan
• Masa kanak-kanak yang cepat
• Percepatan SD
• Kurang penting (Secondary)
• Perguruan tinggi
• Orang tua
• Profesional • Metode pengangkatan anak
• Pola perkembangan
• Metode pendidikan dan evaluasi
• Pendidikan dalam keluarga
• Motivasi dan pembelajaran
• Persiapan untuk menikah
• Pendidikan seks
• Ekonomi keluarga
• Hubungan keluarga
• Pendidikan ekonomi keluarga
• Manajemen rumah tangga
• Nutrisi • Evaluasi dari paktik dan ukuran dari hasil pendidikan
• Kebiasaan makan dan nutrisi keluarga
• Praktik manajemen rumah
o Hubungan antara anggota keluarga
• Perkembangan manusia
• Perkembangan anak
• Perkembangan remaja
• Umur pertengahan dan tua • Perkembangan karakter
• Perkembangandan perumbuhan anak
• Perkembangan norma dan perbedaan
• Pembelajaran kognitif alami
• Perkembangan personal
• Variasi antar budaya
• Peraturan sosial untuk orang yang sudah tua
Aturan • Adopsi dan perlindungan anak
• Perhatian dan kesejahtraan anak
• Pernikahan dan peraturan keluarga
• Perceraian dan pemutusan hubungan sami istri
• Control dan perilaku sek
• Pengasuhan yang benar dan tanggung jawab
Psikoanalitik • Perilaku abnormal dan normal
• Diagnosis klinik dan terapi
• Dasar kepribadian
• Tahapan perkembangan menuju tua
• Perawatan dari sakit mental
Psikologi
– Klinis
– Perkembangan
– Sosial • Aspirasi dan konsep diri
• Dorongan, kebutuhan dan keinginan besar
• Hubungan nteraksi interpersonal yang dinamis
• Teori pembelajaran
• Kesehatan metal
• Campuran teurapetik
Kesehatan publik • Ilmu tentang wabah dan imunisasi
• Kesehatan keluarga dan persiapan obat
• Kesehatan ibu dan anak
• Penelitian keracunan pada ibu
• Pendidikan kesehatan pediatric
• Penyakin hubungan tubuh
Keagamaan • Kebijaksanaan gereja dalam pernikahan dan keluarga
• Keluarga dengan perbedaan agama
• Pernikahan antar kepercayaan
• Cinta, seks, ernikahan, perceraian dan keluarga dalam kontek keagamaan
Pekerjaan sosial
• Keluarga yang bekerja bidang sosial
• Pekerjaan berkelompok
• Kesejahteraan sosial • Penilaian kebutuhan keluarga
• Memikirkan program pembangunan pertolongan keluarga
• Ukuran fungsi keluarga
Sosiologi • Masa pacaran dan pemlihan pasangan
• Bentuk keluarga dan fungsinya
• Efek dari perubahan sosial dalam keluarga
• Krisis keluarga dan pemutusan keluarga
• Prediksi dari kesuksesan keluarga
• Pengaruh kelas sosial dalam keluarga

b.3 Pendekatan Interdidiplin dalam Penelitian Keluarga
1. Pendekatan kesejarahan dan kelembagaan : mengabungkan ilmu sejarah dengan sosiologi
2. Pendekatan struktur-fungsi : berasal dari sosiologi dan antropologi
3. Pendekatan interaksi : berkembang dari sosiologi dan psikososial
4. Pendekatan situasional : berakar dari psikologi dan sosiologi
5. Pendekatan perkembangan keluarga : merupakan interdisiplin yang paling tinggi karena mengkombinasikan konsep, cara pendang, dan metode dari bidang biologi, antropologi budaya, demograpi, psikologi, sosiologi, psikologi perkembangan, ekonomi keluarga, perkembangan manusia dan beberapa cabang pengobatan.

b.4 Penggunaan Pendekatan Perkembangan Keluarga
Perkembanan keluarga meminjam cara pandangnya dari berbagai disiplin keilmuan yaitu:
1. Perhatian terhadap adanya lompatan antar generasi dari siklus kehidupan keluarga dari disiplin ilmu sosiologi pedesaan
2. Sumbangan dari disiplin ilmu perkembangan manusia yaitu mengenai tema tugas perkembangan, periode kritis perkembangan sebagai kritis perkembangan keluarga, dan waktu yang tepat dalam sosialisasi atau stimulasi perkembangan
3. Dari disiplin ilmu sosiologi, mengambil cara pandang bagaimana pengaruh budaya yang membentuk dan dibentuk oleh keluarga
4. Dari disiplin ilmu psikologi, megambil pembahasan teori pembelajran dan proses interaksi
5. Dari disiplin ilmu ekonomi/kesejahteraan keluarga mengambil pembahasan hubungan perkembangan keluarga dan hubungan keluarga, manajemen keluarga, perumahan, dan aspek gizi
Dengan begitu dapat kita ketahui bahwa adanya penggunaan cara pandang berbagai dimensi kehidupan keluarga dari berbagai sudat pandang keilmuan menunjukan bahwa perkembangan keluarga merupakan sebuah pendekatan yang kompleks mengenai keluarga.

posted under Academic | No Comments »

Kaitan IT dengan IKK

June18

Keterkaitan antara Teknologi Informatika dengan Bidang Ilmu Keluarga dan konsumen
Serta Pemanfaatannya di Dunia Kerja

Apasih kaitannya Teknologi Informatika dengan ilmu kita..(terutama buat anak Ilmu keluarga dan Konsumen)??
Ketika kita bicara tentang teknologi informatika atau informasi pasti tak jauh dari berbagai alat atau cara yang dapat mempermudah kita untuk melakukan dan mengerjakan sesuatu. Salah satunya adalah komputer. Komputer yang merupakan alat elektronik yang bekerja di bawah instruksi yang disimpan dalam memorinya memiliki tugas untuk memroses data menjadi informasi yang mempunyai arti bagi penggunanya. Komputer sangat lekat dengan teknologi ini, perkembangannya pun sangatlah pesat dan terus menuju ke arah yang semakin canggih dapat memberikan kemudahan kepada manusia sebagai konsumennya.
Sebagaimana teknologi yang memberikan pengertian segala sesuatu yang membuat atau mempermudah kerja manusia, maka komputer sangat tepat termasuk ke dalam kategori ini, tentunya berbagai jenis alat atau mesin lain pun termasuk kedalamnya. Program-program yang ada di dalamnya seperti program untuk mengolah data, penghitungan, penyimpanan, dan lain-lain sangat lah diperlukan dan harus dipelajari sebagai salah satu alat pendukung dalam ilmu keluarga dan konsumen.
Kenapa???? Karena sebagai mahasiswa ilmu keluarga dan konsumen (begitu pun bidang ilmu lainnya) sangatlah penting untuk bisa menguasai program-program dasar dalam menggunakan komputer. Karena dengan semua itu dapat memudahkan mahasiswa dalam memunuhi tugas-tugasnya, baik itu tugas kuliah, pratikum, organisasi, spripsi dan sebagainya.
Apalagi kelak jika tengah menyusun skripsi dan mengolah data penelitian yang telah kita lakukan, kita sangatlah memelukan teknologi informatika ini. Karena teknologi memang dibuat untuk memudahkan kita, sehingga sepatutnya kita bisa memanfaatkannya dengan sebaik mungkin.
Selain itu dengan semakin canggihnya teknologi infromatika, kita juga diberi kemudahan dalam mencari referensi-referensi yang kita butuhkan. Dengan pelayanan internet yang super canggih, kita dapat memperoleh berbagai nformasi yang sangat berguna dan membantu. Dengan kemapuan kita menguasai komputer, kita bisa membuat program atau merancang berbagai macam hal yang dapat membantu dalam hal keluarga, pendidikan, konsumen, anak dan sebagainya. Sehingga proses perkembangan kualitas keluarga, anak dan konsumen di Indonesia itu dapat bergerak dengan lebih lancar.
Setalah nanti kita lulus adari perguruan tinggi kemapuan dasar dalam bidang ilmu informatika ini dapat secara langsung kita aplikasiakn dalam berbagai bidang. Baik itu jika kita akan bekerja di suatu perusahaan, pemerintahan, mauapun ketika kita berwirausaha sendiri. Manfaat penguasaan itu akan sangat terasa. Apalagi di zaman modern seperti ini, kita akan disebut gagap teknologi atau kampungan jika kita tidak dapat mengoperasikan komputer, misalnya.
Dengan ilmu tersebut kita juga akan diberi kemudahan dalam mengolah berbagai informasi, data dan mengembangkan berbagai usaha. Diantaranya ketika kita dihadapkan dengan berbagai macam urusan formal yang rata-rata harus dibuat secara rapid an sistematis. Mungkin kita bisa membuatnnya memakai tulisan tangan, namu hal itu akan tidak maksimal. Lebih mudah dan lebih bagus lagi apabila kita memanfaatkan komputer untuk menyelesaikan tugas-tugas tersebut.
Banyak hal lain yang dapat kita ambil manfaatnya, terutama ketika kita telah beranjak ke duani kerja. Saya meiliki cita-cita untuk menajdi seorang konsultan anak dan keluarga. Dengan bantuak ilmu informatika pekerjaan saya akan terbantu selain akan mempermudah menyimpanan arsip orang-orang yang berkonsultasi kepada saya. Saya juga bisa emmanfaatkan layanan internet untuk berkomunikasidan sharing dengan mereka yang berada di lokasi yang cukup jauh. Kami juga bisa salaing bertukar informasi dengan para konsultan lain dan membuat sebuah komunitas agar dapat mengembangkan dunai keluarga dan anak.
Dengan adanya teknologi informatika kami juga dapat menyimpan data based dan segala hal yang rahasia dari para responden kami dengan aman. Kami juga bisa memberikan berbagai film atau video motivasi kepada mereka yang dapat dibuat dan dioperasikan oelh teknologi yang ada. Sehingga para respondenn tidak merasa bosan dengan hanya berkonsultasi secara taap muka.
Selain itu saya juga ingin memilki sebuah sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar yang difasilitasi oleh teknologi yang bagus. Sehingga pengajar bisa terus mengembangkan kemampaunnya dalam dunia pendidikan dan dalam mengembangkan kemampuan anak-anaknya.
Sebagai contohnya kelak saya ingin mempunya ruang kelas dan lingkunggan yang difasilitasi oleh kamera CCTV yang langsung terhubung ke ruang Kepala Sekolah, TU, Satpam dan mungkin ke rumah para orang tua murid yang bersekolah di tempat saya. Sehingga selain dapat memonitor danmelihat bagaimana proses belajar yang dilakukan anak, guru dan orang-orang yang terlibat dalam pembelajaran tersebut. Sehingga jika terjadi pelanggaran hak atau melecehan yang dilakukan oleh guru terhadpa anak didiknya dapat segera diketahui dan dapat diatangani secara cepat dan tepat.
Dengan teknologi yang semakin canggih, juga dapat memberikan berbagai macam sarana pembelajaran yang lebih kreatif. Misalnya dengan materi yang ditampilkan secara multimedia sehingga anak tidak jenuh dan bosan. Anak juga diberikan simulasi bermain lewat komputer, musik, video dan berbagai hal lainya yang diharapakan akan dapat semakin meningkatkan kecerdasan anak.Para pengajar juga diharapakan dapat menggunakan sarana informatika untuk media evaluasi anak, peningkatan mutu anak dan dirinya sendiri. Oleh karena itu amatlah penting dan bermanfaat bagi kita sebagai calon penggerak pembaharuan untuk memperbaiki duni kehidupan dan dunia anak dan keluarga untuk mempelajari informatika.

posted under Academic | No Comments »

Pentingnya Keluarga dan Ilmu di IKK

June18

“Harta yang paling berharga adalah Keluarga, perhiasan yang paling indah adalah keluarga”
Sebait lagu tersebut sangatlah lekat dalam ingatan kita. Yah benar lagu tersebut adalah sound track film “Keluarga Cemara”. Sebuah film yang sangat sarat dengan keintiman dan berbagai hal yang ada dalam sebuah keluarga. Ceritanya dikemas sedemikian rupa hingga sangat menarik untuk di lihat. Dulu, saya pun sering menontonnya bersama keluarga saya. Banyak niali moral yang diajarkan dan ditumbuhkan di sana.
Tapi perhatikan film-film saat ini. Sangat sedikit sekali film yang mengandung nilai moral. Apalgi mengenai sebuah keluarga. Pentingnya sebuah keluarga mulai menipis, menjadi kabur dan hal yang paling ditakutkan adalah hilangnya nilai-nilai penting dalam keluarga.
Kenapa keluarga dianggap sebagai hal yang sangat urgent????
Ada yang tahu alasannya?
Mau sharing??
Ayo,,,1…..2…..3……dor!!!!! L.O.H…hehee
Ya udah karena belum ada yang mau share,, saya mau share nih
Keluarga itu sangat penting karena merupakan awal mula tempat pembentukan manusia yang berkualitas. Loh kok bisa? Kan ada sekolah dan buku?
Memang benar sekolah, buku, informasi dari berbagai sumber dan pendidikan di luar sekolah adalah sarana dalam membangun manusia yang berualitas. Tapi, sekolah pertama dan utama yang dikenal oelh seorang anak yang baru lahir-yang merupakan cikal bakal manusia berkualita- adalah di keluarganya. Oleh karena itu keluarga amat penting peranannya.
Coba kita renungkan. Jika settiap keluarga berusaha untuk terus menjadikan keluarganya menjadi keluarga yang baik dan harmonis, serta terus menanamkan nilai-nilai penting dalam keluarga. Maka semua anggota keluarga akan menghasilkan sikap, tingkah laku dan hasil yang baik pula. Karena keluarga merupakan unti terkecil dari masyarakat, maka jika anggota keluarganya berkualitas, maka masyarakat itu akan dibangun dari manusia yang berkualitas, sampai terbentuknya masyarakat yang berkualitas juga. Dan pada akhrinya akan membangun bangsa dan negara yang berkualitas juga.
Benarkan?
Nah sebenarnya bagaimana sih agar kita bisa membangun keluarga yang berkualitas? Makanya ambil jurusan ilmu keluarga dan konsumen (hehehe, Promsi)
Banyaks ekali hal-hal yang seharusnya dibangun dari keluarga. Mulai dari pola pengasuhan yang harus dipilih oleh orangtua, apakah anak mendidik anaknya dengan pola otoriter yang identik dengan aturan dan harus dipatuhi oleh anaknya, atau pola demokrasi yang memberikan kebebasan kepada anak untuk mengungkapkan pendapatnya dan dalam pembuatan aturan bersama misalnya, atau dengan pola bebas yang membebaskan dan membarikan kekuasaan ada pada tangan anak? Itu semua harus dipikirkan oleh pasangan suami istri yang akan memiliki anak.
Setiap pola pengasuhan akan memeprlihatkan berbagai dampak yang berbeda. Menrurt beberapa penelitian disebutkan bahwa anak yang dididik dengan pola otoriter akan membuat anak cenderung penurut, takut, agresif dan kemungkinan anak berbuat otoriter juga kepada orang lain, mungkin kelak kepada anaknya sendiri. Untuk anak yang dididik dengan pola demokrasi, anak akan cenderung terbuka, mau menceritakan hal-hal tabu kepada kedua orangtuanya dan lebih toleran. Sedangkan anak yang dididik dengan pola pengasuhan bebas, anak akan cenderung menjadi sosok yang tidak mandiri, bergantung pada orang lain, manja dan mudah untuk mengekang kepada orang tuanya, karena segala kemauannya selalu dituruti oleh orangtuanya.
Jadi manakah yang akan dipilih?????
Pasti udah tahu sendiri kan jawabannya apa?

Nah, sebenarnya begitu banyak juga hal lain yang dipelajari di ilmu keluarga dan konsumen ini kita akan mempelajari tahapan-tahapan dalam setiap kehidpan kita yang akan pasti kita lewati, mulai dari bayi, anak prasekolah, anak sekola, remaja, dewasa, dewasa menengah dan lanjut usia. Setiap tahapan memiliki tugas perkembangannya masing-masing yang harus berhasil dilewati orlh setiap indivisu, aga dapat bertahan dan dapat menjalani kehidupan dengan baik.
Selain itu, kita juga diajarkan tentang psikologi anak dan tumbuh kembang manusia yang sangat bernafaat dalam kehidupan kita kelak, tentunya saat kita berumahtangga dan memiliki anak kelak. Hehehhehe
Ada yang gak kalah seru loh, tentunya mengenai konsumen. Ada prilaku konsumen yang banyak memberikan ilmu tentang kewajiban kita agar menjadi konsumen yang pintar dalam memilih produk. Kita juga mempelajari ekonomi dalam keuarga dan manajemen keuangan konsumen. Semuanya sangat bermanfaat, dan masih banyak lagi mata kuliah lain yang akan sanagt membatu saya pada khusunya untuk dapat membagun dan membentuk keluarga yang berkualitas, kelak ketika saya menikah.
Amin…..

posted under Academic | No Comments »

What Is IKK????

June18

IKK is Ilmu Keluarga dan Konsumen
Building Human Capital, fot the better live
Itu lah moto kami…,,membangun sumberdaya yang berkualitas bagi kehidupan yang lebih baik
Ilmu keluarga dan konsumen merupakan salah satu jurusan di Institut Pertanian Bogor yang berada di bawah Fakultas Ekologi Manusia. Ilmu keluarga dan konsumen atau yang akrab kita sebut dengan IKK merupakan satu-satunya jurusan yang ada di Indonesia dan ketiga se Asia Tenggara.
Sebenarnya keberadaan departemen ini di universitas dapat dinilia agak terambat, mengingat di Amerika telah banyak jurusan yang berfokus pada keluarga sejak 30 tahun yang lalu. Indonesia sudah tertinggal sangat jauh. Tapi taka pa lah, lebih baik terlambat dari pada tiak sama sekali bukan? Hehe
Nah, sekarang saya akan memaparkan secara ringkas tentang IKK (disadur dari leaflet IKK)
Keluarga mememgang peranan yang sangat penting dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia. Praktek pengasuhan anak pada usia dini sangat menentukan perkembangan dan kualitas anak pada masa dewasa.
Sebagai suatu unit ekonomi, keluarga melakukan berbagai fungsi, seperti alokasi sumberdaya, produksi barang dan jasa (market and non market commodities), distribusi produk antar anggota keluarga, dan konsumsi produk untuk mencapai tingkat kesejahteraan.
Dalam menjalankan fungsi tersebut, kelurga bertinda sebagai suati unit produksi (produsen) sekaligus sebagai unit konsumsi (konsumen). Perilaku keluarga dalam upaya memaksimalkan kepuasan tentunya tidak lepas dari aspek menejemen sumberdaya dan perilaku konsumen.
Dalam era globalisasi, peran keluarga menjad sangan menentukan dan strategis dalam pembangunan kualitas sumberdaya manusia. Keluarga mengahadapi tantangan yang besar dalam memlihara eksistensi dan menjalankan fungsinya untuk mencapai tingkat kehidupan yang lebih baik. Depatemen IKK memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan tenaga sarjana yang mampu menjawab tantangan tersebut dan menajdikan keluagra Indonesia dapat meningkatkan kesejahteraannya. (waduh ternyata berat juga ya tugas kita sebagai seorang sarjana IKK,,,mmmmmm…harus lebih giat lagi dalam belajar dan mendalami semua mata kuliahnya,,,hehe..SEMANGAT)
Mandat dari IKK adalah mengembangkan ilmu keluarga dan teknologi di bidang keluarga dan konsumen untuk mewujudkan kesejahteraan keluarga dengan memfokuskan pada aspek pemembangan kualitas anak serta pemberdayaan keluarga dan konsumen.
Ada beberapa prospek kerja lulusan IKK yang memiliki kompetensi dalam :
1. Memahami teori keluarga, tumbuh kembang anak, serta ekonomi keluarga dan konsumen dalam meuwujudkan kesejahterana keluarga
2. Menganalisis upaya pemberdayaan keluarga dan konsumen, serta upaya peningkatan kualita anak dalam emwujudkan kesejahteraan keluarga
3. Menerapkan kemampuan teknis dan manajerial dalam upaya peningkatan kualitas anak, kesejahteraan keluarga dan pemberdayaan konsumen.
Gelar yang akan diperoleh setelah menyelesaikan semua perkuliahan adalah Sarjana Ilmu Keluarga dan Konsumen. Tapi ada gossip kalau gelanya akan diganti, entahlah, belum ada kejelasan.
Ada beberapa kompetensi lulusan IKK diantaranya adalah :
1. Perusahaan jasa konsultan di bidang keluarga, tumbuh kembang anak dan pemberdayaan wanita
2. Pendidik dan pengelola pendidikan anak usia dini dan anak usia sekolah
3. Tenaga akademik dan peneliti di bidang keluarga, tumbuh kembang anak dan konsumen
4. Spesialis riset pemasaran dan konsumen, serta penaganan “consumer service’
5. Pengelola program bidang pemberdayaan keluarga dan consume serta tubuh kembang anak di LSM dan lembaga pemerintah

nah, itu sekilas tentang IKK
mau tahu lebih lengkaP???
dateng aja ke IPB…
atau lebih bagusnya lagi
ambil Jurusan IKK
hehehhe
promosi kembali

posted under Academic | No Comments »